Sabtu, 26 November 2016

Dakwah Ala Nunuzoo


Kesukaan membuat video rupanya telah mendarah daging dalam diri Nurul Azka atau yang biasa disapa Nunu. Ia adalah seorang mahasiswi dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FDIK) di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia merupakan artis Instagram dengan username @Nunuzoo.
Nunu berbeda dari selebriti Instagram (selebgram) yang lainnya. Keunikan dari seorang Nunu adalah menyiarkan pesan agama dengan menggunakan video-video dakwah komedi. Keunikan lain, Nunu menjadikan kedua orang tua, teman teman bahkan neneknya untuk memerankan video-video dakwahnya.
Sebelumnya nama akun Nunu adalah @Nunuzo. Namun, karena nama @Nunuzo sudah ada yang memiliki di Instagram. Lalu, Nunu menambahkan kata “o” pada usernamenya. Beberapa video-video dakwah yang dibuat oleh Nunu yakni Malu Menjomblo, Pengen Masuk Surga, Gabisa Qurban, Tukeran Doa, dan masih banyak lagi. Kini, Nunu telah memiliki 101 ribu orang yang mengikuti akun Instagramnya.




Salah satu video dakwah komedi Nunu dengan Ibunya
(Gambar diambil dari Instagram Nunuzoo)

Di kampus, Nunu mempunyai sebuah rumah produksi (production house) dengan nama Khilaf Production. Khilaf Production merupakan sekelompok mahasiswi yang berdakwah melalui video komedi. Khilaf Production terdiri dari Nurul Azka, Mutia Drajat, Eka Sugiarti, Raudhatusshifa, Shofia Nurwahidah, Juliah, Aldieny Nurunnisa, Sonya Sania, Vina Triani dan Aisyah Siregar.
Wanita kelahiran 2 November 1997 ini bercerita, bahwa inspirasi dalam membuat video dakwah komedi tersebut adalah Raditya Dika. “kalau inspirasi gue Raditya Dika, waktu itu dia bilang jangan pernah mencoba jadi kaya orang lain atau lebih dari orang lain. Tapi jadilah beda dari orang lain, karena ketika lo udah beda, itu pasti lo bakal lebih dilirik oleh orang lain,” tutur wanita berparas ayu ini.
Hobinya dalam membuat video dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang ia raih. Awalnya, kegagalan berkompetisi pernah ia rasakan sewaktu duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat itu Nunu mengikuti lomba film pendek di Jakarta. Namun, tak satu pun nominasi yang ia juarai.
Nunu mengaku bahwa video yang pertama ia buat dan diperlombakan tidak sebagus peserta yang lainnya. Namun, Nunu tetap percaya diri. “Jadi pas pertama bikin lomba film pendek tuh gila film gue ancur banget, sedangkan peserta lain bagus-bagus banget. Dari situ gue ih jelek banget parah cuman percaya diri aja ikut karna emang buat belajar,” kata Nunu.
Walaupun mengalami kekalahan, Nunu tak menyerah. Ia malah lebih bersemangat mengasah hobi kesukaanya itu. Hingga pada tahun 2016 di Jakarta, video dakwahnya yang bertema Keutamaan Amalan di Hari Jumat berhasil mendapat juara pertama yang diadakan oleh Syekh Ali Jaber.
  

Foto Nunu dengan Syekh Ali Jabir
(Gambar diambil dari Instagram Nunuzoo)
Nunu bercerita hobinya membuat video sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Awalnya ia hanya membuat video sekedar main-main, karena ajakan dari temannya. Ia hanya membuat video-video komedi tanpa ada pesan dakwah. Namun, saat ia kuliah di UIN Jakarta pada tahun 2015, Nunu mulai mengembangkan idenya untuk membuat video-video komedi yang terdapat pesan dakwahnya.
Sebenernya sih mulai dakwahnya karena dari kuliah semester 1, dulu tuh bikin videonya komedi doang kan, pesan dakwah enggak ada sama sekali,” ungkapnya.
Di kampusnya, ia mengikuti sebuah organisasi Lembaga Semi Otonom (LSO) DNK TV dan juga sebuah komunitas film yaitu Air Film. Saat di Air Gala Premiere, yaitu  acara penghargaan dan pemutaran perdana karya yang diadakan oleh Air Film, Nunu masuk dalam nominasi Editor  Terbaik.



Foto Nunu saat mendapatkan nominasi Editor Terbaik
(Gambar diambil dari Instagram Nunuzoo)

Selain karna hobinya dalam membuat video, Nunu juga ingin mengubah cara berpikir anak remaja kalau berdakwah tidak hanya dilakukan oleh ustaz dan ustazah maupun da’i dan da’iah. “Nah cuman lain kesini gue ingin merubah mindset remaja, karna kita kan berpikir dakwah dilakuin oleh ustaz/ustazah, da’i/da’iah. Terus mereka dengan cara ceramah yang pokoknya serius-serius kadang kan ngebosenin. Gue pengen ngasih tau  kalau  dakwah tuh ya gak cuma hanya itu, dakwah juga bisa dilakuin oleh kita-kita. Bahkan umat muslim dan muslimat,” tutupnya.



2 komentar: