Sebelum terbit fajar, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk seorang yang jauh di sana. Dia yang mengajarkanku arti kesabaran. Hahaha bagaimana tidak? Aku selalu ditinggalkan. Baik raga dan jiwa. Hff. Sebagai seorang wanita tentu kehadiran adalah hal yang penting. Tapi dengannya, aku tak pernah merasakan "kebersamaan". Aku tak mau banyak menuntut. Tapi coba mengertilah, untuk memberikan perhatian meskipun sedikit. Aku tau, dia termasuk orang cuek dan kasar. Katanya, setiap ada masalah harus bercerita. Tetapi setelah bercerita bukan menenangkan, yang ada hanya sakit hati. "HAH BACOT," "terserah nying," "ngomong sama tokek." itulah yang diucapakan kala ku bercerita. Saya pikir sangat tidak pantas orang pendidikan tinggi bicara seperti itu. Kuliah jauh-jauh tapi kelakuannya seperti orang yang tidak berpendidikan. Minus.
Hmm selama ini aku selalu mencoba untuk mempertahankan hubungan ini, tapi ku rasa memang tidak akan ada kejelasan. Dua tahun dengannya, tapi tak ada moment yang begitu special. You knowlah, kami sangat jarang bertemu, dan sekadar chat pun juga sangat sangat jarang. Sekadar memiliki status. Mungkin bisa dibilang seperti itu.
Minggu, 30 Juni 2019
Selasa, 09 April 2019
Berkisah di malam yang indah
Selamat malam semua! malam ini aku sedang ingin menulis, karena perasaan ku yang saat ini sedang tak menentu. mungkin dengan menulis bisa menenangku. :)
Malam ini, kedua kalinya kehilangan handphone(hp) ku. Sebelumnya aku kehilangan hpku saat aku pergi ke Semarang, tepat dihari aku ingin kembali ke Jakarta. Hp ku yang sebelumnya adalah hp pertama yang ku beli memakai uangku sendiri. Yaps, hasil dari kerjaku. Namun, baru lima bulan ku beli, hp ku hilang. Entah dimana, sudah dilacak pun tak jua dapat ditemui. Namun aku tetap berusaha untuk tenang
Entah, di awal tahun ini Tuhan benar-benar sedang mengujiku. Bermula dari ayahku yang jatuh sakit, kemudian aku juga menyusul sakit, lalu hp ku hilang di Semarang, juga di kampusku. Salahku yang tak bisa menjaga apa yang aku punya, hingga hilang begitu saja. Semoga aku masih bisa menemukan hp ku yang hilang di kampus. Aamiin.
Semoga pula akan ada kabar baik yang akan aku dapatkan di tahun ini. meskipun di awal tahun benar-benar Tuhan sedang mengujiku. Di saat aku ingin meninggalkan kebodohan-kebodohanku di masa lalu. Tuhan hadirkan cobaan untukku. Semoga aku masih bisa tetap istiqomah di jalan-Mu.
Terkadang, aku ingin bercerita tentang masalah yang ku alami. Namun bibir ini tetap membisu. Bahkan kekasih, keluarga, teman aku selalu menyembunyikan. Seolah semua baik-baik saja. Terkadang aku tak mengerti mengapa hidup seperti ini. Kekasihku bilang, aku selalu gagal, aku selalu sial. Ya, aku membenarkan ucapannya itu.
Terkadang aku memang harus berusaha keras untuk bisa mencapai apa yang ku impikan, meskipun terkadang, usaha tak membuahkan hasil. Gagal berkali-kali sering ku alami. Tak ada prestasi yang ku raih.
Terkadang aku ingin menyerah dengan hidup. Tapi, ku rasa itu bukanlah Aini.
Terkadang aku butuh bahu untuk bersandar. Tapi ku rasa aku lebih butuh Allah untuk berada di sampingku.
Semoga ada salah satu program beasiswa baik itu pertukaran pemuda antar negara, summer course, summer school, dan beasiswa S2 yang lolos. Aku hanya bisa berusaha dan berdoa. selebihnya Tuhan yang menentukan.
Semoga ada salah satu program beasiswa baik itu pertukaran pemuda antar negara, summer course, summer school, dan beasiswa S2 yang lolos. Aku hanya bisa berusaha dan berdoa. selebihnya Tuhan yang menentukan.
Untukmu yang sedang membaca ini, ini hanya sepenggal kisah duka yang ku alami.
Selamat malam, semoga malam ini aku bisa tidur terlelap.
Kamis, 31 Januari 2019
AKU INGIN KEMBALI
Aku Ingin Kembali
Tuhan bisakah
kau menghapus seluruh ingatanku?
Seolah aku
terlahir kembali.
Aku ingin
melupakan segala beban yang ku rasakan selama ini.
Aku tak mau
mengingat-ingat kejadian yang aku alami selama hidup 21 tahun.
Aku ingin
melupakan semuanya.
Entah hal
yang membuatku sedih atau yang membahagiakan sekalipun.
Aku ingin
memulai hidup baru.
Tanpa ingatan
masa lalu.
Aku ingin
melupakan semuanya.
Bahkan ingatan
tentang orang yang ku cinta.
Yang memang
kini jauh dari mata.
Namun selalu
menyakiti lewat kata-kata.
Kebiasannya yang
selalu memaksa.
Tanpa dia
sadari membuatku tersiksa.
Aku selalu
sedih kala terbangun dari tidur.
Menyesali segala
yang telah aku lakukan.
Tiada tempat
untukku berkeluh kesah.
Tuhan,
selama ini aku telah berubah.
Tuhan, selama
ini aku telah hilang arah.
Kini, yang
ada hanya rasa bersalah.
Langganan:
Komentar (Atom)