Minggu, 30 Juni 2019

Cerita di pagi buta

Sebelum terbit fajar, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk seorang yang jauh di sana. Dia yang mengajarkanku arti kesabaran. Hahaha bagaimana tidak? Aku selalu ditinggalkan. Baik raga dan jiwa. Hff. Sebagai seorang wanita tentu kehadiran adalah hal yang penting. Tapi dengannya, aku tak pernah merasakan "kebersamaan". Aku tak mau banyak menuntut. Tapi coba mengertilah, untuk memberikan perhatian meskipun sedikit. Aku tau, dia termasuk orang cuek dan kasar. Katanya, setiap ada masalah harus bercerita. Tetapi setelah bercerita bukan menenangkan, yang ada hanya sakit hati. "HAH BACOT," "terserah nying," "ngomong sama tokek." itulah yang diucapakan kala ku bercerita. Saya pikir sangat tidak pantas orang pendidikan tinggi bicara seperti itu. Kuliah jauh-jauh tapi kelakuannya seperti orang yang tidak berpendidikan. Minus.

Hmm selama ini aku selalu mencoba untuk mempertahankan hubungan ini, tapi ku rasa memang tidak akan ada kejelasan. Dua tahun dengannya, tapi tak ada moment yang begitu special. You knowlah, kami sangat jarang bertemu, dan sekadar chat pun juga sangat sangat jarang. Sekadar memiliki status. Mungkin bisa dibilang seperti itu.