Kesukaan
membuat video rupanya telah mendarah daging dalam diri Nurul Azka atau yang
biasa disapa Nunu. Ia adalah seorang mahasiswi dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran
Islam (KPI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (FDIK) di Universitas Islam
Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia merupakan artis Instagram dengan username @Nunuzoo.
Nunu berbeda dari selebriti Instagram (selebgram) yang lainnya. Keunikan dari seorang Nunu
adalah menyiarkan pesan agama dengan menggunakan video-video dakwah komedi. Keunikan
lain, Nunu menjadikan kedua orang tua, teman teman bahkan neneknya untuk
memerankan video-video dakwahnya.
Sebelumnya nama
akun Nunu adalah @Nunuzo. Namun, karena nama @Nunuzo sudah ada yang memiliki di
Instagram. Lalu, Nunu menambahkan
kata “o” pada usernamenya. Beberapa
video-video dakwah yang dibuat oleh Nunu yakni Malu Menjomblo, Pengen Masuk
Surga, Gabisa Qurban, Tukeran Doa, dan masih banyak lagi. Kini, Nunu telah
memiliki 101 ribu orang yang mengikuti akun Instagramnya.
Salah satu video
dakwah komedi Nunu dengan Ibunya
(Gambar diambil dari Instagram Nunuzoo)
Di
kampus, Nunu mempunyai sebuah rumah produksi (production house) dengan nama Khilaf Production. Khilaf Production merupakan
sekelompok mahasiswi yang berdakwah melalui video komedi. Khilaf Production
terdiri dari Nurul Azka, Mutia Drajat, Eka Sugiarti, Raudhatusshifa, Shofia
Nurwahidah, Juliah, Aldieny Nurunnisa, Sonya Sania, Vina Triani dan Aisyah
Siregar.
Wanita
kelahiran 2 November 1997 ini bercerita, bahwa inspirasi dalam membuat video
dakwah komedi tersebut adalah Raditya Dika. “kalau inspirasi gue Raditya Dika, waktu itu dia bilang jangan pernah
mencoba jadi kaya orang lain atau lebih dari orang lain. Tapi jadilah beda dari
orang lain, karena ketika lo udah beda, itu pasti lo bakal lebih dilirik oleh
orang lain,” tutur wanita berparas ayu ini.
Hobinya
dalam membuat video dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang ia raih.
Awalnya, kegagalan berkompetisi pernah ia rasakan sewaktu duduk di bangku
Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat itu Nunu mengikuti lomba film pendek di
Jakarta. Namun, tak satu pun nominasi yang ia juarai.
Nunu
mengaku bahwa video yang pertama ia buat dan diperlombakan tidak sebagus
peserta yang lainnya. Namun, Nunu tetap percaya diri. “Jadi pas pertama bikin lomba film pendek tuh gila film gue ancur
banget, sedangkan peserta lain bagus-bagus banget. Dari situ gue ih jelek
banget parah cuman percaya diri aja ikut karna emang buat belajar,” kata Nunu.
Walaupun
mengalami kekalahan, Nunu tak menyerah. Ia malah lebih bersemangat mengasah
hobi kesukaanya itu. Hingga pada tahun 2016 di Jakarta, video dakwahnya yang
bertema Keutamaan Amalan di Hari Jumat berhasil mendapat juara pertama yang
diadakan oleh Syekh Ali Jaber.
Foto Nunu dengan
Syekh Ali Jabir
(Gambar diambil dari Instagram Nunuzoo)
Nunu
bercerita hobinya membuat video sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah
Pertama (SMP). Awalnya ia hanya membuat video sekedar main-main, karena ajakan
dari temannya. Ia hanya membuat video-video komedi tanpa ada pesan dakwah.
Namun, saat ia kuliah di UIN Jakarta pada tahun 2015, Nunu mulai mengembangkan
idenya untuk membuat video-video komedi yang terdapat pesan dakwahnya.
“Sebenernya sih mulai dakwahnya karena dari
kuliah semester 1, dulu tuh bikin videonya komedi doang kan, pesan dakwah enggak
ada sama sekali,” ungkapnya.
Di
kampusnya, ia mengikuti sebuah organisasi Lembaga Semi Otonom (LSO) DNK TV dan
juga sebuah komunitas film yaitu Air Film. Saat di Air Gala Premiere, yaitu acara penghargaan dan pemutaran perdana karya
yang diadakan oleh Air Film, Nunu masuk dalam nominasi Editor Terbaik.
Foto Nunu saat mendapatkan nominasi
Editor Terbaik
(Gambar diambil dari Instagram Nunuzoo)
Selain
karna hobinya dalam membuat video, Nunu juga ingin mengubah cara berpikir anak
remaja kalau berdakwah tidak hanya dilakukan oleh ustaz dan ustazah maupun da’i dan da’iah. “Nah cuman lain
kesini gue ingin merubah mindset remaja, karna kita kan berpikir dakwah
dilakuin oleh ustaz/ustazah, da’i/da’iah. Terus mereka dengan cara ceramah yang
pokoknya serius-serius kadang kan ngebosenin. Gue pengen ngasih tau kalau
dakwah tuh ya gak cuma hanya itu, dakwah juga bisa dilakuin oleh
kita-kita. Bahkan umat muslim dan muslimat,” tutupnya.

