Rabu, 07 Oktober 2015

Cerpen Putih Abu

Memang benar masa putih abu-abu adalah masa yang paling indah seperti yang dirasakan oleh Dini. Dimana masa putih abu-abu itu Dini merasakan yang namanya “First Love” atau yang biasa dibilang cinta pertama. Siapa sih First Love nya Dini?
Dini adalah seorang gadis kalas 10  SMA yang berusia 15 tahun. Dia gadis yang masih belum mengerti apa itu cinta. Anak-anak sering mengatakan dia adalah orang yang polos dan belum mengerti apa-apa.
suatu ketika Dini mendapatkan tugas dari gurunya. Karna dia belum mempunyai buku, maka dia meminjam buku seorang temannya yang bernama Toni teman sekelasnya. Toni adalah seorang lelaki yang teman-temannya menjuluki “master” karena dia termaksud anak yang cerdas. Lalu Dini pun meminjam buku si Toni. Hari hari berlalu Dini dan Toni semakin dekat dan rupanya si Toni mempunyai perasaan terhadap Dini. Toni yang merasa keluarga yang kurang mampu maka dia takut untuk mengungkapkan perasaanya kepada Toni. Namun salah satu temannya Toni berkata jika engkau memang mencintainya maka perjuangkannlah. Mendengar nasihat temanya akhirnya Toni mengajak Dini ke suatu tempat yang ada di Jakarta yaitu Monumen Nasional untuk menyatakan perasaanya itu kepada Tini.
Din, besok kan libur sekolah kita jalan yuk ke Monas” ucap toni.
Hmm ayuk Ton” Dini pun meng-iyakan ajakan dari Toni.
oke, besok ketemuannya di depan gerbang sekolah ya Din” ujar si Toni. Karna dia belum tahu tempat tinggal si Dini, maka dia mengajak Dini ketemuan di Sekolah.
Pada esok harinya si Dini dan Toni pun ketemuan di sekolah kemudian mereka langsung pergi ke Monumen Nasional dengan menggunakan mobil angkutan. Karna Toni pada saat itu  belum mempunyai kendaraan.
Sesampainya di Monas, matahari sedang panas-panasnya akhirnya mereka berisitrahat duduk-duduk dipinggir-pinggir taman Monas. Setelah itu mereka melanjutkan berjalan mengelilingi Monas. Lalu si Toni mengungkapkan perasaannya terhadap Dini yang telah lama dipendamnya. Sambil berjalan si Toni memulai pembicaraan.
Din, sebenarnya aku udah lama ada perasaan kepada kamu. Tapi, aku tidak berani mengungkapkannya karena aku hanya dari keluarga yang biasa-biasa aja aku takut kamu menolaknya. Apa kamu mau menjadi kekasihku?
Dini pun tersenyum malu mendengar ucapan si Toni. Kata-kata yang dia tunggu-tunggu akhirnya terucap juga dibibir Toni. Dini juga mencintai Toni. Namun, karena dia wanita dia hanya bisa menunggu Toni untuk mengatakannya perasaanya. Toni adalah sesorang membuat Dini jatuh cinta untuk pertama kalinya
iya ton aku mau, dari awal kita dekat aku sebenarnya sudah menaruh hati kepada kamu Ton
Setelah itu mereka menjadi sepasang kekasih.


Mendengar kabar bahwa si Dini dan Toni sekarang berpacaran banyak anak-anak kelasannya Dini dan Toni yang tidak menyukainya. Karna mereka takut bahwa si Toni akan berubah. Teman-temannya takut jika Toni tidak mau lagi diajak main jika memiliki wanita. Namun si Toni tidak menghiraukan teman-temannya yang berkata miring tentang hubungannya. Toni setia menjaga Dini dan dia pun selalu membela Dini jika sedang disindir.

Banyak lika-liku dalam hubungan mereka. Tetapi, itu  semua tidak membuat hubungannya berakhir begitu saja. Karna cinta membuatnya segala yang susah menjadi mudah. 

Sabtu, 19 September 2015

Psikologi Warna


1. Biru
Warna ini merepresentasikan kedamaian, tenang, reda, stabil, harmoni, kesatuan, kebenaran, kepercayaan, konservatif, keamanan, kebersihan, tata tertib, loyalitas, langit, air, dingin, teknologi dan depresi.
Biru dapat"memberi perasaan damai, suhu tubuh rendah dan mengurangi hasrat".
Biru mengingatkan pada warna bisnis karena biru merefleksikan kepercayaan.
Biru juga sering mengingatkan kepada warna keamanan global.

2. Hitam
Hitam adalah absensnya cahaya.
Warna hitam merepresentasikan kekuatan, seksualitas, pengalaman duniawi, formalitas, elegan, kesejahteraan, misteri, ketakutan, kejahatan, anominitas, tidak bahagia, dalam, gaya, keburukan, penyesalan yang mendalam, marah, underground, teknik warna yang baik, berduka cita dan kematian.

3. Hijau
Hijau adalah warna yang sering disebut warnafavorit.
Hijau merepresentasikan alam, lingkungan, kesehatan, keberuntungan, pembaharuan, kemudaan, kekuatan, musim semi, kemurahanhati, kesuburan, kecemburuan, kurang pengalaman, iri dan kemalangan.
"Hijau adalah kualitas kesejukan yang menyejukkan, menenangkan dan menjadi kekuatanyang menyembuhkan." Warna hijau sering dipakai dalam ruang bedah oleh dokter.

4. Oranye
Oranye adalah kombinasi dari warna hijau dan merah, mengingatkan pada warna merah, tapi tidak terlalu luas. Oranye mengekspresikan energi.
Ini adalah kualitas cahaya dan digunakan untuk mendapat perhatian, seperti peringatan tanda.Oranye membawa ingatan pada labu dan halloween. Ini adalah simbol kese‐imbangan, kehangatan, antu‐siasme, semangat, cemerlang dan tuntutan perhatian.

5. Ungu
Ungu merepresentasikan keluarga raja, spiritualitas, ningrat, perayaan, misteri, transformasi, kebijaksanaan, pencerahan, kebengisan, arogansi, duka cita.
Ungu mengingatkan pada sebuah warna yang eksotik. Warna ungu dibuat dari kelenjar getah dari siput.
Ini memerlukan ratusan siput untuk menghasilkan 1 gram zat pewarna. Itulah sebabnya warna ini hanya digunakan untuk para bangsawan.

Sekarang warna ungu adalah warna trendy untuk usaha yang kreatif.

6. Merah
Merah adalah warna yang digunakan untuk menarik perhatian. Ini adalah warna warm dan warna yang energik dalam spektrum warna.
Di menggunakan warna merah untuk cinta, valentin, marah, hasrat, kecepatan, keberanian, kekejaman, kemarahan, tanda keluar darurat, tanda berhenti, dan darah.
Warna merah menggambarkan perkelahian, tekanan darah, dan jantung yang berdetak kencang.

Warna merah sebaiknya tidak dipilih untuk ruang psikiater, penjara atau rumah sakit.

7. Putih
Putih adalah apa yang dilihat ketika semua warna bersama‐sama dalam suatu area dengan keseimbangan yang sempurna.

Putih menunjukkan makna penghormatan, kemurnian, kesederhanaan, kebersihan, damai, kerendahan hati, kecermatan, keadaan tidak berdosa, muda, burung, musim dingin, salju, kebajikan, steril dan perkawinan.

8. Kuning

Kuning menggambarkan kegembiraan, kebahagiaan, optimisme, idealisme, imajinasi, harapan, matahari tenggelam, musim panas, emas, filsafat, ketidakjujuran, pengecut, pengkhianatan, kecem‐buruan, ketamakan, penipuan, kesadin, bahaya, spiritualitas dan inspirasi.