Memang benar masa putih abu-abu
adalah masa yang paling indah seperti yang dirasakan oleh Dini. Dimana masa
putih abu-abu itu Dini merasakan yang namanya “First Love” atau yang biasa
dibilang cinta pertama. Siapa sih First Love nya Dini?
Dini adalah seorang gadis kalas
10 SMA yang berusia 15 tahun. Dia gadis
yang masih belum mengerti apa itu cinta. Anak-anak sering mengatakan dia adalah
orang yang polos dan belum mengerti apa-apa.
suatu ketika Dini mendapatkan
tugas dari gurunya. Karna dia belum mempunyai buku, maka dia meminjam buku
seorang temannya yang bernama Toni teman sekelasnya. Toni adalah seorang lelaki
yang teman-temannya menjuluki “master” karena dia termaksud anak yang cerdas. Lalu
Dini pun meminjam buku si Toni. Hari hari berlalu Dini dan Toni semakin dekat
dan rupanya si Toni mempunyai perasaan terhadap Dini. Toni yang merasa keluarga
yang kurang mampu maka dia takut untuk mengungkapkan perasaanya kepada Toni.
Namun salah satu temannya Toni berkata jika engkau memang mencintainya maka
perjuangkannlah. Mendengar nasihat temanya akhirnya Toni mengajak Dini ke suatu
tempat yang ada di Jakarta yaitu Monumen Nasional untuk menyatakan perasaanya
itu kepada Tini.
“Din, besok kan libur sekolah kita jalan yuk ke Monas” ucap toni.
“Hmm ayuk Ton” Dini pun meng-iyakan ajakan dari Toni.
“oke, besok ketemuannya di depan
gerbang sekolah ya Din” ujar si Toni. Karna dia belum tahu tempat tinggal si Dini, maka dia mengajak Dini ketemuan di Sekolah.
Pada esok harinya si Dini dan
Toni pun ketemuan di sekolah kemudian mereka langsung pergi ke Monumen Nasional
dengan menggunakan mobil angkutan. Karna Toni pada saat itu belum mempunyai kendaraan.
Sesampainya di Monas, matahari
sedang panas-panasnya akhirnya mereka berisitrahat duduk-duduk
dipinggir-pinggir taman Monas. Setelah itu mereka melanjutkan berjalan
mengelilingi Monas. Lalu si Toni mengungkapkan perasaannya terhadap Dini yang
telah lama dipendamnya. Sambil berjalan si Toni memulai pembicaraan.
“Din, sebenarnya aku udah lama
ada perasaan kepada kamu. Tapi, aku tidak berani mengungkapkannya karena aku
hanya dari keluarga yang biasa-biasa aja aku takut kamu menolaknya. Apa kamu
mau menjadi kekasihku?”
Dini pun tersenyum malu mendengar
ucapan si Toni. Kata-kata yang dia tunggu-tunggu akhirnya terucap juga dibibir
Toni. Dini juga mencintai Toni. Namun, karena dia wanita dia hanya bisa
menunggu Toni untuk mengatakannya perasaanya. Toni adalah sesorang membuat Dini jatuh cinta untuk pertama kalinya
“iya ton aku mau, dari awal kita
dekat aku sebenarnya sudah menaruh hati kepada kamu Ton”
Setelah itu mereka menjadi
sepasang kekasih.
Mendengar kabar bahwa si Dini dan
Toni sekarang berpacaran banyak anak-anak kelasannya Dini dan Toni yang tidak
menyukainya. Karna mereka takut bahwa si Toni akan berubah. Teman-temannya
takut jika Toni tidak mau lagi diajak main jika memiliki wanita. Namun si Toni
tidak menghiraukan teman-temannya yang berkata miring tentang hubungannya. Toni
setia menjaga Dini dan dia pun selalu membela Dini jika sedang disindir.
Banyak lika-liku dalam hubungan
mereka. Tetapi, itu semua tidak membuat
hubungannya berakhir begitu saja. Karna cinta membuatnya segala yang susah
menjadi mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar